Selasa, 21 April 2009

Penumpang Bodoh Yang Cinta 'Damai'

Dikarenakan saya belum mampu punya kendaraan sendiri, angkutan umum tetap menjadi pilihan : mau tak mau. Nggak peduli seburuk apapun pelayanan transportasi umum tersebut, tetap saja saya gunakan.

Bukan sekali dua kali, si sopir angkot memacu mobil bututnya dengan ugal-ugalan.
Jangan ditanya berapa kali penumpang diturunkan di tengah jalan seenaknya.
Belum lagi tarif yang ditetapkan seenak udelnya saja..

Tapi... berapa banyak dari penumpang yang komplain?
Atau sekedar menuntut haknya? Tidak banyak atau mungkin tidak ada

Penumpang bodoh yang cinta damai?
Bodoh karena diam saja ketika kepala terbentur saat angkot ugal-ugalan
Bodoh karena hanya ngedumel dalam hati saat diturunkan di tengah jalan
Dan bodoh karena tak protes saat tarif angkutan tidak rasional
Intinya nggak mau ribut dengan sopir, khan cinta damai

Cinta damai boleh, tapi tak harus bodoh kaleeee..

Tidak ada komentar: