Minggu, 28 Juni 2009

Aku Mencinta Bulan

Aku mencinta bulan. Sosok yang cemerlang, cerah, berbinar. Ia seolah berkata, datanglah padaku, kau akan merasa hangat dalam dekap sinar lembutku. Padahal tak sepatahpun bulan berujar.

Aku mencinta bulan. Berharap sepi 'kan hilang, mendamba hari 'kan ceria. Padahal bulan tak merasa. Aku mencinta bulan yang tak terjangkau, bak punduk gagap yang berharap-harap.

Bukan salah bulan kalau punduk akhirnya tenggelam di kolam. Namun sampai kapanpun aku tetap mencinta bulan.

Pasar Devris Bogor. 22.11.08. 20.15 wib

Tidak ada komentar: