Minggu, 28 Juni 2009

Aku Yang Pantas Mati, Sayangku

Kamu lelaki yang sempurna. Tinggi, tegap dan sangat gagah. Dagumu yang kukuh di hiasi jambang tipis yang membayang biru bila tersaput matahari pagi. Kulit sawo matangmu bersih. Bulu-bulu halus berlarian di kedua lengan kokohmu. Mata yang teduh, dihiasi alis tebal. Tak pernah bosan memandang ke dalam telaga sejuk itu...

Pribadimu mempesona. Kau mampu meraba hati. Rasa suka, senang, sedih dan takut. Kau tahu. Bila seseorang melihat ke arahmu, kau paham makna tatapan sekelip mata itu. Kau tak sungkan mengulurkan lenganmu untuk membantu. Kau lepaskan jaketmu untuk menghangkatkan mereka. Dengan senyum menawan kau tuntun seorang nenek tua menyeberang jalan.
Aku tergila-gila padamu. Dadaku meleleh menahan rindu. Tanganku kaku tuk sekedar menyentuh lenganmu.

Suatu hari...
Wajah itu tak lagi tampan.
Dagu itu patah, menyisakan tulang menonjol.
Lengan itu sobek sejengkal tangan.
Dada bidang itu remuk membiru
Dan akibat truk keparat itu
Kau tak mampu mengingat namamu
Masihkan aku khan mengagumimu ?
Masihkah aku khan memujamu ?


Manusia macam apa aku?
Yang hanya mau sisi indahmu
Dan menolak bila semua itu berlalu..
Aku yang pantas mati, bukan kamu.. sayangku

Bogor, 13 juni 2007. 8.30 wib

Tidak ada komentar: