Minggu, 28 Juni 2009

Kekasih Dalam hati (1)

Tuhan Maha Pemberi. Manusia diberi kasih yang berlimpah di hati. Saat masih sendiri, ia akan mencari labuhan hati untuk berbagi kasih. Saat ia berkeluarga, kasih itu terus bertambah seiring bertambahnya putra dan putri. Bahkan saat ia telah beristri, kasih itu masih saja ada hingga ia ingin berbagi dengan yang ke-dua, ke-tiga dan ke-empat. Oopss... :-)

Seorang tua bijak pernah berkata, bahwa kasih (baca: rasa sayang, suka, cinta) tak selamanya harus dituruti, karena manusia tak selalu bisa bedakan nafsu dan cinta. Rasa itu tak selalu dapat diwujudkan, bisa jadi karena sang pujaan tak sudi menerima. Maka jadilah ia kasih tak sampai. Tapi bagaimana jika sang pujaan menerima? Tak soal bila hukum dan norma membolehkan, tapi bagaimana kalau tidak? Haruskah ia berakhir sebagai cinta terlarang? Kenapa tak coba jadikan ia kekasih (dalam) hati? Maksudnya? Caranya?

Tidak ada komentar: