Minggu, 28 Juni 2009

Membuka Aib Sendiri

Gw ngaku ke teman gw bahwa gw udah ngelakuin lagi ama Boby. Gw sengaja nggak sebutkan jabatanya/kerjaannya apa, karena gw nggak mau orang-orang lain dengan profesi yang sama atau mereka yang respek terhadap profesi itu akan merasa nggak nyaman bahkan tersinggung.

Boby, orang yang menurut gw bakal jadi panutan dan tauladan. Mengajak gw melakukan apa yang gw hindari sejak lama. Keinginan yang gw tahan sekuat tenaga dan gw alihkan / lampiaskan ke arah yang lebih 'positif'. Akhirnya jebol juga.

Boby si kasar (mentang-mentang anak taekwondo), tapi gw nggak bisa tahan untuk nggak ngelirik bekas cukuran di pipinya yang kebiru-biruan. Gw kesel ama dia yang selalu memaksakan kehendak, tapi gw dengan bodohnya mengikuti saja mau si kasep dari pasundan itu.

Pengen rasanya gw menampar wajah bersih innocent itu, tapi setiap kali lengan kokoh dengan rambut-rambut halus itu mencengkram tangan gw. Gw jadi lembek! Seperti roti marie yang di celupkan ke susu. Siap di santap!

Kadang gw benci ama diri gw sendiri! Gw merasa hina, rendah dan nggak ada harganya dimata dia...Tapi gw luluh melihat mata tajam itu.. Damn it!

Seorang sahabat berbagi saran di seberang sama

Orang yang ngaku2 dan punya status sebagai u***d aja kelakuannya seperti itu
ya
LO BISA LEBIH TINGGI DERAJATNYA DIBANDING DIA
dengan menjaga komitmen lo
thanks bgt bro
sekarang apasih yang membuat orang tinggi derajatnya?
status u***d?
ngga menjamin bro
gw ngerasa ditampar, tapi gw jadi sadar
u***d itu justru yang paling berat bebannya
lo harus bangun dari mimpi
iya
kenyataannya kita sama2 berat
***
lu and gw
sama2 menjalani kisah hidup yang berat
thanks bro

gw yakin ini ujian buat gw
lo kasih tau tuh sama tu orang
kalo apa yang dia lakukan itu salah
ya
dia pasti mengerti
gw bakal ngomong walau berat
bro
gw mau kerja lagi, makasih sarannya
gw agak lega sekarang
oke
makasih bro

Tidak ada komentar: