Minggu, 28 Juni 2009

Menjadi Mayat Setengah Badan (3)

Ruang tunggu kamar operasi terasa sama seremnya dengan kamar mayat. Selama (3 jam) diruang tunggu operasi, ada 3 orang yang meninggal pasca operasi dan 4 kelahiran bayi hasil cesar. Keringat dingin terus mengucur. Baru kali ini saya merasa benar-benar takut. Tepat jam 2 siang saya diminta memakai semacam baju warna hijau. Saya pasrah. Saat dibius dan merasakan kaki sudah menjadi “mayat” tak ada lagi yang saya pikirkan. Terserah Allah saja. Saya ikhlas. Selang 1,5 jam, operasi berjalan lancar. Alhamdulillah. Bagian tubuh yang bengkak sudah normal kembali, nanah (akibat infeksi) dalam jaringan tubuh telah dibuang dan bersih.

Tak satupun anggota keluarga saya beri tahu sebelum operasi, disamping keputusan itu dibuat mendadak, sayapun tak ingin merepotkan. Tapi ternyata arief, teman kostku, memberi tahu teteh. Tetehpun datang ke rumah sakit.“Gun, apa salah teteh? Kok kamu nggak ngasih tau dari awal? “ teteh duduk terisak di samping tempat tidurku.Saya tak berkata apa-apa. Pengaruh obat bius membuat lemas. Saya ingin bilang bahwa saya menyesal, minta maaf karena tak memberi kabar, karena bagaimanapun juga teteh punya hak untuk tau. Saya kapok telah mengabaikan kesehatan, dan tak mau jadi setengah “mayat” lagi.

Tidak ada komentar: