Minggu, 28 Juni 2009

Nenek Mencintai Codetku

Mungkin tak banyak yang tau
(tak terkecuali aku)
Apa itu "Mencintai apa adanya" ?

Joko : Aku mencintai Tini karena dia cantik
Tina : Slamet tajir sih, makanya aku suka
Burhan (seorang ayah) : Istriku paling sexy, makanya aku setia
Virni (seorang istri) : Kalau suamiku bukan sarjana mana mau aku!
Mia (seorang ibu) : Ayo! Mama sayang kalau kamu pinter
Dody (brondong) : Dia suka nganter aku ke kampus dan ngajak makan, sayang banget deh ama
Bang Baron!
-------------------------------------------------------
Jangan tanya seberapa badung gugun saat kecil. Tetangga sebelah rumah pernah melemparku dengan sapu, sebagai balasan karena mencuri jambu. Nenekpun berulang-ulang menasehatiku.
"Gun, jangan nenek dibikin malu. Minta kalau mau"
"Pasti nggak di kasih!" teriak ku
"Coba minta dulu"
"Nggak MAU!"

Suatu hari gugun kecil kena batunya. Saat kabur karena disuruh ngaji, si gugun terpeleset dan jidatnya sobek sejempol kaki. Luka itu meninggalkan bekas codet sampai sekarang. Beberapa waktu berselang, si nenek memeluk dan mengusap-usap codetku
"Gun, kamu cucu paling nakal yang nenek punya. "
"Masa' sih, nek?"
"Iya! Lihat saja saudara-saudaramu. Nggak ada yang suka membantah. Semua nurut.
Beda ama kamu!. Tapi apapun adanya kamu, nenek tetap sayang"
"Apa karena aku anak kaleng?"
"Maksudmu, nak?"
"Kakak-kakak ku khan minum susu ibu. Sedangkan aku minum susu kaleng!"
"Hush! Jangan begitu, almarhum ibumu nanti sedih"

(gugunpun terdiam seribu bahasa)

Tidak ada komentar: