Minggu, 28 Juni 2009

Ngapain Sih Kudu Assalamu'alaikum?

Waktu saya kecil, saya tak begitu paham kenapa sih kita selalu mengucapkan salam (assalamu'alaikum) ketika bertemu sesama muslim. Dan kita diwajibkan membalas salam. Tak mudah memahaminya. Tapi ketika umur semakin bertambah, barulah saya paham pentingnya mengucapkannya, karena esensi salam adalah doa, kita mendoakan untuk keselamatan, bukan sekedar basa-basi. Kenapa begitu? Karena diluar sana tidak semua kondisi (alam, orang) baik pada kita. Bisa saja ada musibah, bencana atau kita ketemu dengan orang-orang jahat, jail, iseng atau bahkan psikopat.

Dunia maya (internet), katanya dunia yang penuh dengan orang jahat, jail, iseng atau bahkan psikopat. Saya pernah menemukan beberapa. Awalnya mereka begitu *mempesona*, pintar, bijaksana, sabar dan sangat pengertian. Saya merasa menemukan teman maya yang pas.Tapi lama-lama mereka mulai berubah, pintarnya tetap, tapi pintar bersilat lidah, bijaksana, sabar dan pengertiannya memudar. Sering marah-marah bila tak segera saya respon. Sering berprasangka dan mulai menggunakan kata-kata yang bersifat intimidasi, makian dan penghakiman sepihak.

Dugaan saya sih, mereka-mereka yang pernah memperlakukan saya seperti itu adalah orang-orang yang kesepian. Mungkin kehidupan nyata mereka tak memuaskan, lalu mencari pemuasan di dunia maya. Atau mereka-mereka yang punya waktu luang yang banyak, sehingga melakukan hal-hal iseng di dunia maya. Entahlah...

Ceritanya begini : Saya pernah berteman dengan seseorang di dunia maya yang mengaku adalah peneliti bidang sosial masyarakat. Hal yang sangat menarik karena saya bekerja dibidang yang sama. Awalnya saya begitu kagum, banyak hal yang dia tahu, kalau ngobrol nyambung. Tapi saya heran ketika dia mulai senang membahas topik2 yang tidak nyambung. SEX. SEX dan SEX. Dia berkali-kali meminta saya untuk memberikan foto-foto pribadi saya. Bahkan mengajak untuk sex chatting via webcam.

Awalnya sih nggak terpancing, tapi lama-lama karena dia memanas-manasi saya, terkirimkan juga foto-foto tanpa kepala, tanpa identitas itu. Foto-foto setengah badan gitu. (Tau khan yang saya maksud). Lalu dia meminta lebih, lagi dan lagi. Tapi tak saya tanggapi. Dia marah-marah. Sesumbar akan menyebarkan foto-foto pribadi saya tersebut. Saya bukannya takut, malah nantangin dia, silahkan saja, toh foto-foto yang saya kirimkan tidak bisa diidentifikasikan sebagai foto siapapun. Bahkan oleh om roy suryo sekalipun. Tentu saja saya tidak bodoh.

Hahahaha. Pengalaman yang kalau bisa jangan pernah terjadi lagi pada siapapun. Intinya sih, saya tak mau lagi melayani orang yang jelas-jelas tak mengindahkan kelayakan sebuah pertemanan. Daripada buang-buang waktu, saya akhirnya tidak pernah merespon dia lagi... Hehehe.

Btw, ini hanya sekedar sharing saja. Mungkin pengalaman kita tidak mirip, tapi setidaknya kita bisa ambil hikmah dari pengalaman-pengalam tersebut.

Jadi, kalau ada yang ngucapin assalamu'alaikum pada saya, berarti dia berdoa untuk kebaikan saya. Maka sudah sewajarnya saya membalas juga mendo'akannya. :-)

Tidak ada komentar: