Minggu, 28 Juni 2009

Rezeki, Jodoh, Ajal & Takdir. Berat !

Entah sudah berapa kali saya mendengarkan hadist bahwa rezeki, jodoh, ajal dan takdir baik / buruk seseorang telah ditetapkan sejak roh di tiupkan pada saat masih di rahim ibu..

{SD} ; ketika ngaji di surau Angku Burhan
{SMP} ; saat pelajaran agama di kelas Bu Maryam
{SMA} ; di acara buka puasa bareng di rumah Paman Rusli
{Univ} ; bincang-bincang di rumah dosen bimbingan skripsi
{Di tempat kerja} ; saat pergantian direktur bulan lalu...

... tapi tak ada yang lebih menghujam begitu dalam saat kata itu terucap dari bibir tua Ustad Ahmad. (NB : Ustad Ahmad, ustad yang menjadi tempat kami bertanya masa-masa kuliah dulu. Jangan salah, gini-gini, saya dulu sering ngaji dengan teman-teman kuliah, dan ustad favourite kami adalah Ustad Ahmad..)

Ketika tau saya begitu gundah dengan kondisi saat ini (jomblo yang tak kenal henti mencari jadi diri), seorang sahabat sekaligus saudara menyarankan untuk menemui seorang ustad yang sudah berumur (bukan ustad muda yang masih jomblo, apalagi Ustad Boby) untuk meminta bantuan, saran atau apalah namanya. Teringatlah saya akan Ustad Ahmad.. saya pun menemui beliau 3 hari lalu...

Setelah basa-basi tentang bagaimana kabar selama ini, sang ustad pun tak tahan untuk bertanya :

"Udah nikah, gun?"

"Belum ustad " saya tersenyum getir

"Belum ketemu atau belum mencari?"
Kembali saya tersenyum pahit, "Saya sudah usaha ustad ... " saya berbohong di depan orang yang sangat saya hormati.

"Gun, untuk hal ini yang pertama harus kita yakini adalah rezeki, jodoh, ajal dan takdir baik / buruk kita telah diatur sejak roh ditiupkan "

Saya memandang Ustad Ahmad dengan mata yang mulai terasa panas, entah kenapa kutipan hadist yang diucapkan Ustad Ahmad begitu menghujam dalam, jauh ke dalam lubuk hati. Saya menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri.

"Kedua .. Manusia diciptakan berpasang-pasangan, laki dan perempuan. Penyair bahkan sampai bilang bahwa wanita berasal dari tulang rusuk laki-laki" lanjut Ustad Ahmad. Saya mulai merasakan riak-riak di mata saya, sebelum telaga itu buncah, saya pun pamit ke kamar mandi, menumpahkan semuanya di sana... Bagaimana mungkin saya tidak termehek-mehek bin mewek? Selama ini saya masih berfikir Boby lah harapan saya. Boby yang begitu mempesona, walaupun belum tentu Boby menginginkan hal sama ....

Setelah berwudhu dan menjadi lebih tenang, saya kembali menemui Ustad Ahmad, kamipun melanjutkan obrolan dan saya sedikit lebih santai.. Di akhir obrolan sang ustad bercanda :
"Apa perlu ustad cariin, gun?"
"Eh, oh, egggh... nggak usah ustad. Saya akan ikhtiar dulu"
"Hmmmm... tapi jangan lama-lama. Kiamat sudah dekat " sang ustad terkekeh.
"Isya Allah, Ustad" saya tersenyum.
-----------------------------------------------
Beberapa jam yang lalu saya menelpon KERANG (teman, sahabat dan saudara yang menginspirasi saya untuk menemui ustad tua; bukan ustad muda yang masih jomblo) yang selalu mau mengorbankan dirinya untuk menjadi Recycle Bin terbaik saya. Buat KERANG SAOS TIRAM, terima kasih banyak...

------------------------------------
Versi lengkap dari
Hadis riwayat Abdullah bin Masud r.a :

Rasulullah saw. sebagai orang yang jujur dan dipercaya bercerita kepada kami: Sesungguhnya setiap individu kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah). Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kamu telah melakukan amalan penghuni surga sampai ketika jarak antara dia dan surga tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga ia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah ia ke dalam neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kamu telah melakukan perbuatan ahli neraka sampai ketika jarak antara dia dan neraka tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga
sumber

Tidak ada komentar: