Minggu, 28 Juni 2009

Sebelum Ayah Pergi : Tak Mau Merepotkan

Ayah telah 'pergi' meninggalkan kami, anak-anaknya, menantu, cucu-cucu dan sanak famili. Hari ini tepat sepekan. Beberapa dari kami masih sempat menemui beliau saat terbaring lemah karena komplikasi sakit paru-paru dan tekanan darah tinggi, termasuk saya. Kalaulah saya tak menurut apa yang dikatakan teteh untuk segera pulang, mungkin sayapun takkan sempet bicara dengan ayah. Kesempatan yang sangat jarang terjadi, sejak saya tinggal di Bogor dan ayah bersikeras untuk tinggal di kampung.

Aku : Ayah???
Ayah : (Batuk-batuk)... Sss siapa?
Aku : Gugun, yah
Ayah : Ohhh, Waang*) Gun
Aku : Ayah baru tidur? Atau sudah sejak tadi
Ayah : (Batuk-batuk)...Heh??
Aku : Ayah nggak usah bangkit, rebahan aja. Biar gugun yang duduk di pinggir tempat tidur ayah.
Ayah : Bila kamu datang?? Dengan siapa?
Aku : Baru saja, yah. Sendiri. Ini tas nya juga masih di bahu. Ayah sudah makan?
Ayah : (Batuk-batuk)...Hee eh? Belum. Kamu tidak kerja? Cuti?
Aku : Gun minta ijin dari kantor, yah. Sementara ini kerjaan Gun di bantu teman yang lain.
Ayah : Merepotkan orang kamu.. (Batuk-batuk)...
Aku : Nggak yah..
Ayah : Pasti lah teman kau itu repot! (Batuk-batuk)... Dia khan ada kerjaan juga
Aku : Kata teman saya itu dia sedang tidak sibuk, makanya bisa bantu beberapa hari ini
Ayah : Lalu kamu percaya saja?
Aku : Ayah, Gun percaya dengan dia. Lagian dia sudah mau bantu.
Ayah : Berapa kali ayah bilang ke wa'ang...(Batuk-batuk). Jangan pernah merepotkan orang lain. (Batuk-batuk). Jangan hidup dari belas kasihan orang lain. Hina hidup kita kalau sudah begitu. Bagai sapi di cucuk hidung..
Aku : Iya, yah. Tentu Gun nggak akan lupa...
Ayah : (Batuk-batuk, makin lama batuk ayah makin keras.)....

Saya segera mengambil penampung ludah yang ada di bawah tempat tidur, segera aku tampung ludah beliau yang bercampur dahak. Ayah terbatuk makin kencang, saya pun membantu beliau meminumkan air putih hangat, mengurut-ngurut punggung beliau, ringan. Batuk ayah mulai berkurang...

Ayah : Gun, ada yang mau aku sampaikan, tapi tidak di depan kakak-kakak atau adikmu.. (Batuk-batuk). Nanti...
Aku : Apa, yah???

Tidak ada komentar: