Sabtu, 18 Juli 2009

Menyelisik Sisi Tertutup AS

Dua koboi muda menggembalakan biri-biri di lereng Gunung Brokeback di Wyoming, Amerika Serikat. Seluas mata memandang hanya ada gunung menjulang, pohon-pohon hutan khas daerah beriklim sedang, padang rumput tempat ternak merumput.

Tidak ada orang lain selain mereka berdua, Ennis del Mar (Heath Ledger) dan Jack Twist (Jake Gyllenhaal). Menit-menit pertama film unggulan penghargaan Oscar Brokeback Mountain ini diisi dengan kehidupan koboi sesungguhnya. Bagaimana mereka menggiring biri-biri mereka menuju padang rumput, kehidupan di kemah, memasak, mencuci, membersihkan badan, hingga pembagian kerja di antara mereka. Jack harus berada bersama ternak, termasuk pada malam hari, dan Ennis mengurus perbekalan.

Penceritaan yang detail, seperti Jack yang terus mengeluh tentang pembagian kerja dan akhirnya mereka bertukar posisi atas usul Ennis, kejengkelan pada kacang kalengan yang menjadi makanan utama mereka, serangan coyote (sejenis anjing hutan) terhadap ternak yang harus mereka jaga, penuturan Ennis dan Jack tentang asal-usul dan aspirasi mereka—Ennis ingin menikahi pacarnya, Alma, sementara Jack ingin menjadi pemain rodeo—hingga kerepotan mengurus tenda tempat mereka berteduh, pada awalnya terasa lambat.

Namun, Ang Lee, sebagai sutradara, menggunakan cara bertutur yang tidak terburu-buru itu sebagai landasan membangun keseluruhan film ini. Melalui penuturan yang berhati-hati dan menyingkap detail itulah titik balik terjadi.

Setelah suatu makan malam Ennis tidak kembali ke tempat ternak dikumpulkan karena sudah terlalu malam. Dia memilih tidur satu tenda bersama Jack karena di luar dingin. Tanpa suatu pendahuluan, hubungan intim di antara keduanya terjadi begitu saja. Sejak awal, tidak ada tanda hubungan erotis di antara keduanya, kecuali sebuah pertemanan yang menjadi persahabatan yang tumbuh di dalam kesamaan nasib sebagai koboi.

Mereka bertemu pertama kali saat melamar bekerja musim panas untuk menggembalakan biri-biri milik peternak Joe Aguirre (Randy Quaid). Setiap saat kehidupan koboi di lereng gunung yang terpencil itu dilalui untuk menghadapi tantangan alam: hujan, petir, coyote, bahkan persoalan pelik ketika biri-biri yang menjadi tanggung jawab mereka bercampur dengan biri-biri yang digembalakan orang Cile, sementara cap penanda sudah luntur.

Tabu

Pada Brokeback, homoseksualitas tidak digambarkan secara stereotip, bukan juga orang yang tidak normal, meskipun Ennis dan Jack mengingkari apa yang terjadi di antara mereka. Keesokan pagi setelah malam di tenda, Ennis mengatakan, ”I’m not no queer. (Saya bukan homo).” Jack juga mengatakan, ”Me neither. A one-shot thing. Nobody’s business but ours. (Saya juga bukan. Ini hanya kejadian selintas. Ini urusan kita berdua, bukan orang lain).”

Annie Proulx sebagai penulis cerpen Brokeback Mountain, From Close Range: Wyoming Stories, yang diadaptasi untuk film sepanjang 134 menit oleh Larry McMurtry dan Diana Ossana, sengaja tidak menggunakan kata homo, istilah yang umum saat ini. Proulx, yang pernah mendapat penghargaan Pulitzer, memulai ceritanya dari masa 1963 ketika homoseksualitas masih tabu dibicarakan terbuka hingga 20 tahun kemudian.

Meskipun mengingkari, toh keduanya melakukan hubungan intim itu beberapa kali lagi, bahkan pada siang hari ketika mereka mengira tak ada yang melihat di tempat yang terpencil itu. Ternyata Aguirre menyaksikan dari kejauhan ketika dia datang ke perkemahan keduanya untuk mengabarkan gawatnya sakit paman Jack.

Ketika Aguirre akhirnya memerintahkan kedua koboi itu membawa biri-biri turun dari gunung sebab akan ada badai besar, berakhir pula hubungan keduanya. Ennis mengatakan akan menikahi Alma (Michelle Williams) dan Jack mengejar cita-citanya. Meskipun perpisahan itu datar saja, Ennis tidak dapat menyembunyikan kegalauan hati akibat perpisahan itu.

Keduanya mengira itulah akhir hubungan mereka. Dalam empat tahun selanjutnya, Ennis mendapat dua putri dari Alma. Kehidupan perkawinannya normal saja, sampai datang kartu pos dari Jack. Ennis membalas kartu itu dan Jack yang telah mempunyai satu anak dari pernikahannya dengan Lureen Newsome datang dari Texas. Ternyata, keduanya menyadari mereka tetap tertarik satu sama lain sampai-sampai tak sadar bahwa Alma memergoki keduanya.

Liyan

Film ini mendapat penghargaan Golden Globe sebagai film terbaik dan sutradara terbaik serta mendapat delapan pencalonan Oscar untuk film, sutradara, pemeran utama laki-laki, pemeran pembantu laki-laki dan perempuan, sinematografi, naskah adaptasi, dan musik asli terbaik.

Meskipun telah ada film tentang gay sebelumnya, tetapi melalui film ini bukan hanya penonton mendapat gambaran tentang kehidupan koboi di luar yang digemerlapkan ala iklan rokok Marlboro atau stereotip koboi yang selalu siap menembak musuh. Lebih dari itu, ini adalah cerita tentang cinta antardua manusia yang kebetulan berjenis kelamin sama.
Mereka mengalami kebingungan, pengingkaran pada apa yang oleh masyarakat dianggap menyimpang, tetapi sekaligus mereka tak dapat menolak perasaan mereka. Ada kerinduan, penderitaan ketika harus menahan diri, ada kewajiban pada keluarga, pilihan-pilihan yang tidak mudah.

Meskipun Proulx menuliskan cerita pendeknya dengan latar belakang tahun 1963 dan cerita itu pertama kali terbit tahun 1997 di The New Yorker, cerita ini masih amat relevan dengan masyarakat Amerika saat ini.

Menguatnya perbedaan pandangan antara kelompok konservatif dan liberal mengenai hak seksual di Amerika Serikat, misalnya, muncul dalam pernyataan Presiden George W Bush Juni 2005 dalam Konvensi Southern Baptist bahwa dia akan berjuang sekuat tenaga untuk melarang perkawinan gay (dan aborsi). Brokeback tanpa menggurui dan tanpa provokasi menyelisik ke sisi-sisi kehidupan masyarakat Amerika yang tidak banyak diungkap, kehidupan mereka yang dipandang sebagai liyan (the other).

Uniknya, yang mengungkap persoalan privat di Barat yang dianggap sebagai pusat itu justru Ang Lee, sutradara asal Taiwan. Barat hampir selalu melihat Timur sebagai liyan di dalam film-film mereka. Dan kini, seorang dari yang liyan itu memaknai dan menggambarkan dunia yang pusat.

Meskipun Ang Lee sudah pernah menggambarkan dunia Barat di dalam film garapannya sebelumnya, seperti Sense and Sensibility yang diangkat dari novel Jane Austen, tetapi melalui Brokeback dia masuk langsung ke jantung kehidupan privat si pusat. Siapakah yang menjadi liyan di sini?

Ninuk Mardiana Pambudy
Minggu, 19 Februari 2006

Tidak ada komentar: