Selasa, 20 Oktober 2009

Bersiap untuk luruh




Di depan rumah ada beberapa pohon palem
Entah sudah jadi adat baginya
Setiap menjelang musim hujan bunganya selalu luruh

Awalnya saya heran, kenapa bukan buah tua yang luruh?
Khan yang muda harusnya masih segar dan kuat

Di belakang rumah ada tetangga punya bayi baru seminggu
Cantik, sehat, montok dan lucu
Kami turut senang, ayah ibunya sangat bahagia
Tapi itu tak lama

Tadi pagi si bayi mungil berubah biru
Si ibu panik dan menangis kelu
Sang ayah diam membisu

Setiap makhluk hidup pastilah akan mati
Tidak tua, tidak muda, tidak kaya, tidak miskin
Mau cantik, mau jelek, mau manis atau asem

Tadi pagi saya menatap lagi serakan bunga palem itu
Bertanya-tanya dalam hati
Sudah siapkah saya luruh seperti mereka?

foto : gugun

Tidak ada komentar: