Rabu, 07 Oktober 2009

Seberapa lama pertemanan mu di dunia maya masih tetap asyik?


Kupil (29 th), bukan nama sebenarnya, mengeluh, pertemanannya di dunia maya tidak berlangsung lama. Dia kenal Kudil (27 th), jelas-jelas nama palsu, pertama kali di multiply. Kedua cowok keren ini (beneran!) adalah penggila lagu-lagu barat 80-an. Tiap kali Kupil menemukan lagu ‘baru’ (80-an, tentunya), ia akan membaginya dengan Kudil. Begitupun sebaliknya. Layaknya teman akrab, walau belum pernah sekalipun bersua, Kupil dan Kudil selalu saling memberi koment di multiply masing-masing, bercanda di sms dan tertawa terbahak-bahak di telpon. Tapi itu semua tak bertahan lama, hanya beberapa minggu sejak pertama kali mereka kenal, pertemanan Kupil dan Kudil mulai mendingin, Kupil jadi jarang mengirim sms ke Kudil, begitupun Kudil mulai malas menelpon Kupil. Tidak ada yang tau, apa yang menjadi biang keladi semua itu. Mungkin kesibukan mereka masing-masing atau mereka sudah kehabisan bahan untuk membuat pertemanan mereka tetap asyik!

Lain Kupil, lain lagi Rongga (38 th). Jejaka tampan ini kenal Cynta’ (18 th), gadis imut nan pinter, di sebuah channel gaul saat ber-chatting ria. Sebagai arjuna yang hampir kadaluarsa (ooppss, sorry), Rongga begitu bersemangat menjalin ‘pertemanan’ dengan Cynta’. Hampir tiap hari mereka bertukar sapa, “Hai, Mas Rongga. Udah makan belum?” “Belum, Cynta’, nggak ada yang nyuapin nih” (gombal banget). Itu semua mereka lakukan di dunia maya, tiada hari tanpa chatting, Senin sampai Minggu, 3 kali sehari (udah berasa minum obat, gitu). Namun sayang seribu sayang, hanya berselang 3 pekan, keadaan berbalik 180 derajat. Cynta’ mulai jarang chatting dengan Rongga, kalaupun dia online, selalu ‘invisible’. Rongga-pun jadi sangat kehilangan.

Lalu, bagaimana dengan mu? Seberapa lama pertemanan mu di dunia maya masih tetap asyik? Walau kalian tak pernah sekalipun bertatap muka?

Saran gue sih : “Tak peduli seberapa lama pertemanan itu tetap asyik, tapi seberapa mampu kita menikmati, menghargai dan membuat pertemanan itu jadi bermakna, walau hanya sekejap”

Tidak ada komentar: