Rabu, 07 Oktober 2009

Help! Penyakit ku kambuh...

Saya mengidap sebuah penyakit. Penyakit ini sudah terasa sejak lama. Jauh sebelum saya mulai berani membaca stensilan milik abang sendiri. Bagi yang belum tahu, stensilan adalah sejenis bacaan khusus dewasa dalam bentuk buku kecil (stensilan; teknik cetak jaman ’jebot’). Pernah suatu hari abang memergoki saya sedang membaca koleksinya di kebun belakang. Abang marah, lalu memukul pantat saya dengan sapu ijuk. Bukan karena membaca stensilan, tapi karena mengambil tanpa ijin! Keesokan harinya abang malah meminjamkan buku miliknya yang lain. Gile, man! Lengkap banget! Ada Enny Arrow ! Ada Nick Carter dan masih banyak lagi yang lainnya .... sya la la la la (halah!)

Balik lagi soal penyakit saya. Gejala awal penyakit ini adalah pembengkakan pada rongga kepala, lalu pelebaran pembuluh darah hidung dan diikuti panas tinggi. Ini berpengaruh terhadap fisik saya. Kepala membengkak (jadi lebih besar), rongga hidung melebar (kembang kempis) kemudian tubuh jadi kejang-kejang. Beberapa dokter yang dihubungi tidak menemukan gangguan medis, kata mereka saya baik-baik saja. Cuma ke GR-an aja. Bingung khan?

Beberapa hari yang lalu, saya berkenalan dengan seseorang nun jauh di sana (Hai kamu yang di sana! Ya kamu ! Saya yakin saat kau baca tulisan ini, kamu pasti tau bahwa dirimulah yang saya maksud). Dia begitu baik, memberi tahu tanpa menggurui, menasehati tanpa menyakiti, dan kadang sesekali melempar canda pelipur lara, memuja dan mememujiku. Pasca perkenalan itu, penyakit ku kambuh!

Help Me!

Seberapa lama pertemanan mu di dunia maya masih tetap asyik?


Kupil (29 th), bukan nama sebenarnya, mengeluh, pertemanannya di dunia maya tidak berlangsung lama. Dia kenal Kudil (27 th), jelas-jelas nama palsu, pertama kali di multiply. Kedua cowok keren ini (beneran!) adalah penggila lagu-lagu barat 80-an. Tiap kali Kupil menemukan lagu ‘baru’ (80-an, tentunya), ia akan membaginya dengan Kudil. Begitupun sebaliknya. Layaknya teman akrab, walau belum pernah sekalipun bersua, Kupil dan Kudil selalu saling memberi koment di multiply masing-masing, bercanda di sms dan tertawa terbahak-bahak di telpon. Tapi itu semua tak bertahan lama, hanya beberapa minggu sejak pertama kali mereka kenal, pertemanan Kupil dan Kudil mulai mendingin, Kupil jadi jarang mengirim sms ke Kudil, begitupun Kudil mulai malas menelpon Kupil. Tidak ada yang tau, apa yang menjadi biang keladi semua itu. Mungkin kesibukan mereka masing-masing atau mereka sudah kehabisan bahan untuk membuat pertemanan mereka tetap asyik!

Lain Kupil, lain lagi Rongga (38 th). Jejaka tampan ini kenal Cynta’ (18 th), gadis imut nan pinter, di sebuah channel gaul saat ber-chatting ria. Sebagai arjuna yang hampir kadaluarsa (ooppss, sorry), Rongga begitu bersemangat menjalin ‘pertemanan’ dengan Cynta’. Hampir tiap hari mereka bertukar sapa, “Hai, Mas Rongga. Udah makan belum?” “Belum, Cynta’, nggak ada yang nyuapin nih” (gombal banget). Itu semua mereka lakukan di dunia maya, tiada hari tanpa chatting, Senin sampai Minggu, 3 kali sehari (udah berasa minum obat, gitu). Namun sayang seribu sayang, hanya berselang 3 pekan, keadaan berbalik 180 derajat. Cynta’ mulai jarang chatting dengan Rongga, kalaupun dia online, selalu ‘invisible’. Rongga-pun jadi sangat kehilangan.

Lalu, bagaimana dengan mu? Seberapa lama pertemanan mu di dunia maya masih tetap asyik? Walau kalian tak pernah sekalipun bertatap muka?

Saran gue sih : “Tak peduli seberapa lama pertemanan itu tetap asyik, tapi seberapa mampu kita menikmati, menghargai dan membuat pertemanan itu jadi bermakna, walau hanya sekejap”

Lelaki dari masa lalu

Ia datang tanpa angin
Ia ada tanpa hujan
Tepat dimuka
Tanpa ku bisa menghindar
Tanpa ku bisa menutup rasa
yang masih ada...

Kenapa rasa padanya tak kunjung hilang
Walau ku tlah kecewa berulang-ulang?

Kopi kita mulai dingin, bro

“Hai, Bro. Apa kabar? Lagi ngapain nih”

“Baik”

“Kemana aja? Kok jarang online”

”Ada aja”

”Sibuk nih rupanya?”

”Gak”

”Hmmmm....”

”Knp?”

”Gpp”

”Bro, kamu agak berubah”

”Biasa aja”

”Hmmmm...”

”Yakin?”

(nggak ada jawaban)

”Bro, pamit dulu ya”

”Ok”

+++++++++++++++++++++++++

Perjalanan akan menjumpai ujungnya

Pelayaran akan mencari pelabuhannya

Serial saja ada episode terakhir

Persahabatan mungkin juga ada dinginnya, :-)

-gugun-