Kamis, 22 Oktober 2009

Seseorang Yang Namanya Tak Boleh Disebut

Seseorang Yang Namanya Tak Boleh Disebut 'kembali' memintaku untuk berhenti facebookan, mendelete account di multiply dan mengajak untuk fokus pada dunia 'nyata' saja. Seseorang Yang Namanya Tak Boleh Disebut 'kembali' kecewa. Karena aku 'masih' butuh kedua-duanya. Sang Dewi Maya dan Pangeran Nyata.

Selasa, 20 Oktober 2009

Penyebab gempa?

Dagu hijau itu


Dulu, aku tak berharap banyak dari pertemuan singkat kita di kereta Aku tak meminta kau jelaskan kegundahan di toko buku itu Aku tak kan merubah apapun dari dirimu Kini, kau susutkan jarak Kau biarkan ku sentuh dagu hijau itu Tuk lebih mengerti dirimu Thanks for believing in me

Pagelaran Bogor. 8-11-08

saat aku meloncat dari lantai 10

DICOPY BULAT-BULAT DARI MILIS, THANKS TO ZACH


saat aku meloncat dari gedung lantai 10....

Kulihat pasangan yang kutahu saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul.

Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lt. 9

Di lt.8 Ah Mei memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya

Di lt.7 Dani sedang minum obat anti depresi

Di lt.6 Heng yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari

di lt. 5 Mr. Wong yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya

di lt.4 Rose sedang bertengkar hebat dengan pacarnya

Di lt. 3 pak tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya

Di lt.2 Lily sedang memandangi foto suaminya yang sudah m eni nggal 6 bulan lalu

Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang

Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekuatirannya sendiri

Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk

Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku...


Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.

" Be grateful for whoever you are....coz if u compare it to others, u'll be suprised of their secret life "

"Bersyukurlah atas dirimu apa adanya... karena bila kamu membandingkan dengan orang lain, kamu akan terkejut dengan rahasia hidup mereka"

Bersiap untuk luruh




Di depan rumah ada beberapa pohon palem
Entah sudah jadi adat baginya
Setiap menjelang musim hujan bunganya selalu luruh

Awalnya saya heran, kenapa bukan buah tua yang luruh?
Khan yang muda harusnya masih segar dan kuat

Di belakang rumah ada tetangga punya bayi baru seminggu
Cantik, sehat, montok dan lucu
Kami turut senang, ayah ibunya sangat bahagia
Tapi itu tak lama

Tadi pagi si bayi mungil berubah biru
Si ibu panik dan menangis kelu
Sang ayah diam membisu

Setiap makhluk hidup pastilah akan mati
Tidak tua, tidak muda, tidak kaya, tidak miskin
Mau cantik, mau jelek, mau manis atau asem

Tadi pagi saya menatap lagi serakan bunga palem itu
Bertanya-tanya dalam hati
Sudah siapkah saya luruh seperti mereka?

foto : gugun