Senin, 26 Juli 2010

Bersiap untuk Luruh

Di depan rumah ada beberapa pohon palem
Entah sudah jadi adat baginya
Setiap menjelang musim hujan bunganya selalu luruh
Awalnya saya heran, kenapa bukan buah tua yang luruh?
Khan yang muda harusnya masih segar dan kuat
Di belakang rumah ada tetangga punya bayi baru seminggu
Cantik, sehat, montok dan lucu
Kami turut senang, ayah ibunya sangat bahagia
Tapi itu tak lama
Tadi pagi si bayi mungil berubah biru
Si ibu panik dan menangis kelu
Sang ayah diam membisu
Setiap makhluk hidup pastilah akan mati
Tidak tua, tidak muda, tidak kaya, tidak miskin
Mau cantik, mau jelek, mau manis atau asem
Tadi pagi saya menatap lagi serakan bunga palem itu
Bertanya-tanya dalam hati
Sudah siapkah saya luruh seperti mereka?

Tidak ada komentar: