Kamis, 10 Juni 2010

Ayo adik kecil, kamu pasti pulih



Saya terdiam lama saat baca berita seorang ibu di Papanggo, Jakarta Utara ditangkap polisi karena tega patahkan tangan dan kaki anaknya sendiri. Diduga stress tak mampu tanggung biaya hidup dan ditinggal kabur suami. Feri, bayi 5 bulan itu terbaring lemah di rumah sakit. Kedua kaki dan tangannya di balut perban dan dipasangi sejenis kayu penahan. Sedih lihatnya.

Saya ingat, waktu saya kecil, nenek marahi tetangga yang pukul kepala anaknya (6 tahun). Mungkin karena bandel, si ibu hilang sabar dan si anak tersungkur berdarah di tanah. Ketika Nenek melarang, si ibu malah balik membalas nenek, "Anak saya ini, ngapain ikut campur?" Parah nih. Mentang-mentang merasa yang menafkahi, memberi makan dan merawat lalu merasa berhak untuk melakukan apa saja pada anak sendiri. Tragedy, di satu sisi ada keluarga yang sangat berharap punya anak dan usaha sekuat tenaga mendapatkannya, tapi di sisi lain ada yang sudah punya anak malah menyia-nyiakan bahkan menyiksa.

Saya melihat tayangan di televisi saat Feri diberikan susu formula oleh perawat, si bayi nyedot susu kuat banget seakan mau ngomong "Ibu boleh patahkan kaki dan tangan ku tapi itu tak akan patahkan semangat ku untuk bertahan hidup"

Ayo adik kecil, kamu pasti pulih.