Sabtu, 12 Februari 2011

H-14

12 Februari 2010 at 9.54pm

Kelahiran... Kematian
Pertemuan... Perpisahan
Pernikahan... Perceraian

Hari itu kalian resmi berpisah. Simpul itu telah dibuka, cincin itu telah dilepas. Tidak lewat pengadilan, tapi melalui musyawarah keluarga. Aku ingat setiap detail apa yang kau katakan lewat telpon malam itu, setiap tarik napasmu, setiap galau yang ada dalam suara itu.

"Gun, acaranya besok"
"Iya, aku tau"
Lalu kau terdiam sesaat, menghela napas.
"Gun.." kau tak melanjutkan
"Kamu nggak usah khawatir. Kalau besok berjalan lancar, kamu bisa mulai hidup baru".
Itu yang ku ucap. Padahal aku ingin banget bilang 'kita akan kembali seperti dulu lagi. Saling menjaga lagi'. Tapi semua tertahan ditenggorokanku.

---

Kau ingat Mira? Teman kita di Hongkong yang sekarang entah kemana. Aku kangen Mira. Kangen ceplas ceplosnya. Ketika tahu kita masih berhubungan, dia tidak setuju. Jangan jadi penganggu, katanya. Hey... Aku tidak seperti itu. Justru dia yang telah mengganggu. Aku kenal kamu jauh sebelum kau setujui pilihan orang tuamu itu.

---
Aku mulai mendengar napasmu jadi berat dan pendek. Berkali-kali kau coba tahan rasa yang ingin kau tumpahkan. Ayolah, tak perlu malu. Persetan dengan aturan laki-laki nggak boleh cengeng. Go to hell dengan opini laki-laki tak boleh jujur dengan perasaannya. Ku dengar kau terisak ditelinga kananku.

Tidak ada komentar: