Kamis, 10 Februari 2011

H-17

9 Februari 2010 at 7.36 pm

Awalnya aku hanya menebak-nebak apa tujuanmu ke Palembang. Dari wajah murung semalam seperti ada yang tak menyenangkan akan terjadi. Tapi aku tak bertanya, karena ku tau kau takkan suka (ditanyai masalah itu). Ku tunggu kau yg bercerita.

Siang itu kau menelpon
"Gun, besok saya berangkat"
"Berapa lama?"
"Tiga hari, mudah-mudahan bisa lebih cepat"
"Ada urusan apa?" aku tak bisa menahan diri.
Kau diam dan menarik napas
"Ok. Bawa mpek-mpek ya" aku bercanda.

---

Pernikahan mempunyai arti yang berbeda untuk setiap orang. Ia bisa berarti ibadah, ikatan cinta, pelabuhan dua hati, kesepakatan/perjanjian atau mungkin penjara. Aku tidak punya keahlian dan pengetahuan tentang bagaimana mendefinisikan itu. Tapi aku bisa melihat mana yang bahagia mana yang terpenjara. Mungkin pertengkaran sesekali itu bumbu, tapi kalau sudah saling mendiamkan menurutku sudah tak seru. Mungkin benar bahwa orang tua akan memilihkan yang terbaik, tapi tetap si anaklah yang akan menjalaninya.

Sudahlah, aku nggak mau sok tau soal apa yang belum pernah aku jalani. Mungkin belum saat ini atau nggak akan pernah sama sekali. Entahlah.

Tidak ada komentar: