Sabtu, 05 Februari 2011

H-21

5 Februari 2010 at 4.56pm  

Pertengkaran yang ditutupi itu akhirnya terbuka juga. Kau menulis, "Allah menciptakan pria dan wanita berbeda agar saling melengkapi, bukan untuk saling menunjukkan ego pribadi. Jujur aku tersinggung dengan kekasaran dan egomu semalam".   

Aku memintamu sabar. Klise memang. Tapi apa lagi yang bisa aku sarankan atas hubungan kalian yang memang dipaksa sejak awal. Nikah itu bukan piknik enak sesaat. Tapi cinta dan tanggung jawab jangka panjang.   

Aku takut badut. Benar! Bagi sebagian orang badut lucu, bagiku tidak. Kau selalu jadikan itu sebagai cara meledekku, menjadikan lelucon dan terbawa 'bahagia'.   Hal yang ku suka darimu adalah kau masih bisa bercanda saat masalah menimpamu. 

Sebenarnya nggak sopan kau mengumbar phobiaku pada badut pada teman-teman, tapi kalau itu bisa membuatku senang ya nggak papalah.

Aku akan jadi badut jika itu bisa menghilangkan kesedihanmu. 

Tidak ada komentar: