Kamis, 03 Februari 2011

H-23

3 Februari 2010 at 4.56pm

Dia memujimu seolah-olah aku tidak ada, seolah-olah aku hanya asap belaka. Memuji foto pasport yang katamu culun tapi keren katanya. Foto gundul itu. Kalian memang dikarunia muka oval dan kepala yang bagus sehingga model rambut apapun tetap terlihat bagus, termasuk gundul sekalipun.

Lalu kalian ajak aku juga ikut gaya gundul. Lah mana mungkin? Dengan kepala bulat besar seperti pentul korek api, aku pasti terlihat aneh! Terang-terangan kau bilang aku bakal jelek jika gundul walau dia tetap berusaha memujiku. Tapi kok makin terasa sebagai hinaan ya? Kembali aku masih terbakar cemburu.

Dia yang lain menyapamu. Kau menanggapi dengan tawa. Berusaha sopan pada semua teman, ada rasa pada mereka atau memang ingin menguji kesabaranku? Teges apa tegas, maksud kalian apa?

Tidak ada komentar: