Kamis, 08 September 2011

Bandung dingin sekali malam ini

Walau Bandung sekarang jarang hujan tapi udara tetap terasa dingin. Kamu tau dimana aku sekarang? Di kamar masa kecilmu! Kamar yang masih bau lembab sama seperti saat pertama kau ajak nginap di rumah ini. Penuh poster-poster Nike Ardila yang sudah mulai sobek di sana-sini. Umi sengaja tidak membuangnya karena beliau tau itu poster kesayanganmu.

Umi menangis memeluk saat ku ucapkan salam di muka pintu. Kemejaku basah karena isaknya. Ku tuntun beliau ke ruang tamu. Ku bisikkan bahwa kamu sudah tenang di sana. Aku tidak persis tau, tapi setidaknya aku berharap. 

Cerita masa kecilmu kembali mengalir. Sesekali umi terbawa, sesekali terisak kembali. Aku baru tau ternyata kamu sempat lari dari rumah sakit saat akan disunat dan aku juga baru tahu bahwa kamulah yang sering bantu belanja ke pasar.

Semua kisah itu terasa indah ditelinga. Kadang lucu dan konyol. Kadang sedih dan kecewa. Semua berwarna dan terekam dengan jelas diingatan umi. Perempuan bersahaja yang telah melahirkan, merawat, membesarkan, menjodohkan, menyaksikan kau bercerai dan akhirnya memeluk jasad kakumu. 

Bandung dingin sekali malam ini. Aku tidak mau terlelap. Aku ingin menikmati suasana kamarmu seperti dulu kita bersama.  

Tidak ada komentar: