Jumat, 08 Juli 2011

Kamu yang tentukan akan bahagia dengan siapa

Mungkin karena kangen, hari ini aku iseng buka inbox FB dan baca kembali beberapa teks yang dulu kamu kirim lewat kotak pesan tersebut ; " I** tidak pernah mau melayani dg ikhlas. Saya jadi malas dan seperti pemerkosa ". Waktu itu aku bingung mau balas apa, kemudian ku tulis, " Sabar ya... ".  

" Saya tau, sulit terima org yg kita cintai nikah dg org lain. Tapi saya pikir lebih baik belajar menerima dan buka hati pada yg lain daripada berharap sesuatu yg tdk mgkn ". Aku membalas panas ; " Maksudmu aku adalah sesuatu yg tdk mgkn itu? ". Kamu diam, beberapa saat kemudian saya terima pesanmu; " Percayalah, saya sayang kamu seperti sayang pada diri sendiri. Apa lagi yg lebih kita sayang selain diri kita sendiri? ". Aku langsung meleleh. Kamu pandai membuai hati.   

Suatu hari aku menerima pesan lagi ; "Dia pilihan ibu saya. Kalau bukan karena rasa cinta pada beliau, tidak akan mau menerima wanita yg berteriak 'banci' setiap kami bertengkar ". Lagi-lagi aku tidak tau mau berkata apa. Lalu kamu lanjutkan ; "G**, jgn lakukan sesuatu hanya karena ingin senangkan hati orang lain, meski untuk orang tua yg paling kamu sayangi sekalipun. Saya dicuekin, dijelekan, tdk dihargai, dan tdk dihormati. Saya tau ini tidak sehat. Saya akan terus perbaiki, tapi tdk tau sampai kapan". Lagi-lagi saya terdiam, lalu saya mengirim, " H****, saya percaya kamu bisa selesaikan ini dg baik ". 

+++++++++++++++++++++++++++ 

H****. Perkenalan itu akan dilakukan di rumah Bibi Jatayu, besok. Aku tidak akan mengulang sesuatu yg kau sesali sampai akhir hidupmu. Aku yang akan tentukan dengan siapa akan bahagia. 

Sultan Hasanudin Int' Airport. 22.10 wita.