Minggu, 26 Februari 2012

Baru kau rasa, jika dia sudah tiada

"Kadang kita baru merasakan keberadaan sesuatu, saat ia tiada. Kenapa masih saja kita sia-siakan waktu yang tersisa ?"

Entah siapa yang katakan itu pertama kali, sebuah kalimat sederhana yang bagi ku sangat terasa di hati. Keberadaan sesuatu atau mungkin seseorang sering kali tidak disadari. Seperti tak semua orang peduli dengan petugas parkir di sebuah mall atau perkantoran. Atau mereka yang mengambil sampah di komplek perumahan. Baru sadar bahwa mereka ada dan penting ketika kerepotan memarkirkan kendaraan atau sampah di rumah mulai menumpuk. Itu hanya contoh kecil orang yang kita tidak kenal sebelumnya. Bagaimana kalau dia adalah bagian dari keluarga kita, teman atau kekasih? Bagaimana jika mereka tiba-tiba pergi dan tak kembali. Jika petugas parkir dan kebersihan bisa datang dan pergi (tanpa kita sesali). Bagaimana jika ia sang pujaan hati? Mereka yang kita kasihi.

Duhai raga yang pergi. Dua tahun sudah kulalui. Masih tak cukup waktu untuk mengobati. Di kamar masa kecilmu itu, aku memandang lama sarung kotak-kotak coklat, kemeja abu-abu dan seperangkat peralatan mandi tersusun rapi. Umi merawatnya dengan baik. Barang-barang yang dulu ku siapkan untukmu, tak pernah kau pakai dan tak ingin aku simpan lagi.

Duhai jiwa yang t'lah kembali, kau tetap ada di hati sampai kapanpun.

Margonda, Depok. 26 Februari 2012. 11.30 wib

Tidak ada komentar: